Guru Besar UI: Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta Selatan – Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, M.Si., menilai keterlibatan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional telah berkembang melampaui fungsi keamanan konvensional. Menurutnya, Polri kini memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan agenda swasembada pangan melalui pengawasan, pendampingan, dan penguatan tata kelola sektor pangan.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. Semiarto saat menjadi pembahas dalam bedah buku Mengawal Pangan Menuai Aman yang digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6), dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Forum tersebut mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, dan kepolisian untuk mendiskusikan tantangan, strategi, serta praktik terbaik dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global. Kegiatan ini juga berlangsung bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo untuk menyapa petani dan nelayan sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional.

Buku Mengawal Pangan Menuai Aman ditulis oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Karya tersebut telah memperoleh pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Nomor 001297886 dan mendokumentasikan pengalaman, refleksi kebijakan, serta praktik pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Dalam paparannya, Prof. Semiarto mengapresiasi isi buku yang dinilai mampu menggambarkan keterkaitan antara produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional dalam satu kerangka yang komprehensif.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan nasional. Karena itu, pengawalan terhadap rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir dinilai menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

Prof. Semiarto juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, serta indikator kinerja yang terukur guna memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian program ketahanan pangan di masa mendatang.

Sementara itu, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., menekankan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata merupakan persoalan ekonomi dan keamanan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat juga menjadi bentuk tanggung jawab moral negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Senada dengan itu, Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, drh. Pujo Harmadi, M.P., mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, serta pendampingan di lapangan. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa buku Mengawal Pangan Menuai Aman disusun sebagai dokumentasi praktik-praktik baik, pengalaman lapangan, dan pembelajaran dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.

Melalui forum bedah buku ini, para peserta tidak hanya mengulas substansi buku, tetapi juga bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor. Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkaya wacana akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi percepatan terwujudnya swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *