BERITA POLRI INVESTIGASI|Bandar Lampung — Polda Lampung mulai menerapkan sistem patroli berbasis QR Code sebagai upaya memperkuat pengamanan modern yang lebih presisi, transparan, dan berbasis data. Inovasi tersebut diberi nama “Patroli QR Janji Jaga” dan pertama kali dikembangkan oleh Polresta Bandar Lampung.
Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas patroli personel sekaligus memperkuat langkah pencegahan kriminalitas melalui pemetaan wilayah rawan secara lebih terukur.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan Kapolda Lampung memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut karena dinilai mampu mendukung pengawasan patroli secara real time.
“Kapolda Lampung menilai inovasi Patroli QR Janji Jaga sangat efektif karena seluruh aktivitas patroli personel dapat dipantau secara langsung dan berbasis data,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi patroli konvensional menuju pola pengamanan modern yang mengedepankan pemanfaatan teknologi serta analisa kerawanan wilayah.
Dalam penerapannya, sistem patroli mengintegrasikan teknologi GPS geofencing dan pemindaian QR Code di sejumlah titik rawan kriminalitas. Melalui sistem itu, keberadaan personel patroli dapat tervalidasi sesuai lokasi dan waktu pelaksanaan tugas.
Menurut Yuni, penerapan teknologi tersebut membuat kegiatan patroli tidak lagi bersifat administratif semata, tetapi menjadi lebih akuntabel dan mudah diawasi oleh pimpinan.
“Patroli kini lebih terukur karena seluruh pergerakan personel dapat termonitor melalui dashboard pengendalian secara cepat dan transparan,” katanya.
Dashboard tersebut juga memungkinkan pimpinan memantau statistik patroli, aktivitas personel, hingga perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara menyeluruh.
Selain fungsi pengawasan internal, sistem Patroli QR Janji Jaga juga dilengkapi fitur survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta layanan pengaduan digital “Lapor Pak”. Fitur itu memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan maupun penilaian terhadap pelayanan kepolisian secara langsung dan anonim.
Polda Lampung juga telah menginstruksikan seluruh Polres jajaran untuk mulai menerapkan sistem patroli berbasis barcode tersebut sejak diluncurkan pada November 2025.
Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan efektivitas patroli kepolisian sekaligus memperkuat kehadiran aparat di tengah masyarakat.
“Harapannya patroli semakin tepat sasaran, responsif terhadap potensi gangguan kamtibmas, dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi di lapangan,” tutup Yuni.




