BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi melepas 4.009 peserta program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Jakarta, Rabu (18/3/2026). Program bertema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, sebanyak 81 unit bus disiapkan untuk mengangkut para pemudik dengan tujuan utama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Seluruh pengemudi telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat, termasuk tes urine serta pengecekan alkohol dan narkoba. Ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan perjalanan,” ujar Kapolri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kesiapan Polri dalam menjamin kesehatan dan keselamatan pemudik. Ia menilai, upaya pemeriksaan kesehatan pengemudi berkontribusi besar terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
“Masalah kesehatan terbesar dalam mudik adalah kecelakaan. Dengan prosedur yang semakin baik, termasuk pengecekan kesehatan sopir, angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan,” kata Budi.
Ia juga mengungkapkan adanya perubahan pola titik rawan kecelakaan. Jika sebelumnya kecelakaan banyak terjadi di jalan tol, kini terjadi penurunan signifikan berkat peningkatan pengawasan dan rekayasa lalu lintas. Namun demikian, masyarakat yang menggunakan sepeda motor di jalur arteri diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.
Menkes mengingatkan pentingnya beristirahat secara berkala selama perjalanan mudik. Pemudik disarankan memanfaatkan pos kesehatan dan rest area yang telah disediakan, khususnya setelah menempuh perjalanan dua hingga tiga jam.
Sementara itu, data Operasi Ketupat 2026 hingga hari keenam menunjukkan tren positif. Kapolri menyebut angka kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 40,91 persen atau berkurang 682 kasus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta tercatat meningkat 20,8 persen dari kondisi normal. Meski demikian, Polri memastikan arus lalu lintas tetap terkendali melalui berbagai strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Polri juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan bantuan darurat selama perjalanan mudik. Layanan ini memungkinkan respons cepat dari petugas di lapangan terhadap berbagai kendala yang dihadapi pemudik.
Polri bersama Kementerian Kesehatan berharap penyelenggaraan mudik tahun ini dapat menjadi standar baru pelayanan publik yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.




