BERITA POLRI INVESTIGASI|Bekasi – TNI Angkatan Darat meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang berada di Kampung Bojong RT 02/RW 04, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (9/3/2026).
Peresmian dilakukan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia melalui kegiatan video conference yang diikuti serentak di berbagai daerah.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 218 titik Jembatan Gantung Garuda di seluruh Indonesia yang digagas untuk memperkuat konektivitas wilayah pedesaan.
Di Kabupaten Bekasi, kegiatan berlangsung di lokasi Jembatan Gantung Garuda Manggala Sungai Cikarang Dua dan dihadiri oleh Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santosa, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, serta Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Michael Ronald bersama unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.
Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Michael Ronald mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI AD untuk membantu meningkatkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Menurutnya, jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,2 meter dan membentang di atas Sungai Cikarang Dua yang memiliki lebar sekitar 50 meter.
“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bentuk kepedulian negara melalui TNI AD untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses,” ujar Michael Ronald.
Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa program pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan langkah strategis untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan mempercepat konektivitas antar desa serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Apabila seluruh jembatan ini dapat diselesaikan tahun ini, maka saudara-saudara telah memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Presiden.
Kegiatan peresmian di Kabupaten Bekasi diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta warga sekitar.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pembangunan jembatan ini juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan dari wilayah pedesaan.
(Pendim 0509/Kabupaten Bekasi)




