BERITA POLRI INVESTIGASI|Bali – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho melakukan peninjauan langsung sejumlah jalur strategis di Bali, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat, sekaligus mengantisipasi pengaturan lalu lintas menjelang Hari Raya Nyepi serta pelaksanaan ajang olahraga Kemala Run 2026.
Dalam kunjungannya, Kakorlantas menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi mengingat waktu pelaksanaan Lebaran dan Nyepi yang berdekatan.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arus lalu lintas, khususnya di jalur-jalur utama yang menghubungkan Bali dengan Jawa.
“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan Operasi Ketupat sekaligus pengamanan Hari Raya Nyepi. Waktu keduanya sangat berdekatan, namun setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, semuanya sudah clear,” ujar Agus Suryonugroho.
Ia menjelaskan, salah satu fokus perhatian adalah pengaturan lalu lintas menuju jalur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk yang menjadi titik krusial mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Bali. Menurutnya, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah memastikan tidak ada kendala terkait pengaturan maupun penutupan jalur yang diperlukan.
“Pengaturan menuju Ketapang dan Gilimanuk sudah dibahas bersama. Secara umum tidak ada masalah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan,” jelasnya.
Selain memantau kesiapan pengamanan mudik dan Nyepi, Kakorlantas juga meninjau persiapan penyelenggaraan Kemala Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar.
Menurut Agus, sebagian besar persiapan teknis kegiatan tersebut telah berjalan baik. Namun, masih terdapat satu infrastruktur jembatan yang perlu disambungkan agar dapat mendukung jalur lomba secara optimal.
“Kami juga mengecek kesiapan panitia Kemala Run. Secara umum hampir semuanya sudah siap, hanya ada satu jembatan yang perlu disambungkan agar jalur lomba bisa digunakan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pihak Balai Jalan telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jembatan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera memberikan rekomendasi percepatan perbaikan agar kegiatan dapat berjalan maksimal.
Kemala Run 2026 sendiri akan digelar dengan tema “Charity for Indonesia” dan menargetkan sekitar 10.000 peserta dari berbagai daerah. Ajang ini akan mempertandingkan tiga kategori lomba, yakni half marathon, 10 kilometer, dan 5 kilometer.
Ketua panitia Kemala Run, Deni Agus Suryo, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyambungan jembatan menjadi bagian penting untuk memastikan konektivitas jalur lomba menuju titik start.
“Jembatan ini akan menghubungkan kawasan Bali United Training Center dengan jalur yang akan dilalui peserta menuju titik start. Dukungan ini sangat penting agar pelaksanaan Kemala Run berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Balai Jalan, Andre Sahatua Sirait, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Balai Sungai terkait pemanfaatan akses di sekitar lokasi.
“Kami siap mendukung penyelenggaraan Kemala Run. Koordinasi dengan pihak terkait juga akan dilakukan agar seluruh kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, diharapkan pengamanan arus mudik Lebaran, pelaksanaan Hari Raya Nyepi, serta ajang Kemala Run 2026 di Bali dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.




