Agus Flores Nilai Ketidakpatuhan Internal Berpotensi Melemahkan Kepemimpinan Kapolri

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyoroti dinamika internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menilai terdapat indikasi ketidakpatuhan sebagian oknum perwira tinggi terhadap kebijakan dan arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores kepada wartawan pada Minggu (11/1/2025). Menurutnya, sejumlah program strategis Kapolri sejatinya telah berjalan sejalan dengan harapan publik, khususnya dalam mendorong reformasi dan peningkatan pelayanan kepolisian.

“Transformasi Polri Presisi, larangan gaya hidup mewah, penguatan respons pengaduan masyarakat, hingga dukungan terhadap Asta Cita merupakan kebijakan yang mendapat apresiasi luas. Namun, dalam implementasinya di lapangan, masih ditemukan hambatan,” ujar Agus Flores.

Ia mengungkapkan, PW FRN menerima sejumlah laporan masyarakat yang menunjukkan masih adanya pola slow respon, pengabaian laporan warga (ghosting), serta perilaku anggota Polri yang menampilkan kemewahan di ruang publik, yang dinilai bertentangan dengan instruksi pimpinan tertinggi Polri.

Agus Flores menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dipandang sebagai kesalahan teknis semata. Ia menilai ketidaksinkronan pelaksanaan kebijakan berpotensi melemahkan kepemimpinan Kapolri secara sistematis.

“Ketika perintah pimpinan tidak dijalankan secara maksimal, maka hal itu bisa ditafsirkan sebagai bentuk resistensi internal. Ini berbahaya bagi soliditas institusi,” katanya.

Lebih lanjut, Agus Flores menduga terdapat oknum tertentu di internal Polri yang tidak sejalan dengan kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan menginginkan terjadinya pergantian Kapolri sebelum masa jabatan berakhir.

Meski demikian, ia menegaskan tidak akan membeberkan identitas pihak-pihak yang dimaksud kepada publik. Menurutnya, penyampaian nama akan dilakukan melalui mekanisme komunikasi langsung dan bertanggung jawab.

“Saya tidak akan membuka ke publik siapa saja jenderalnya. Namun, secara etika dan kepentingan institusi, nama-nama tersebut akan saya sampaikan melalui jalur pribadi dan tepat,” pungkas Agus Flores.

PW FRN berharap soliditas dan loyalitas terhadap kepemimpinan Polri tetap dijaga guna memastikan reformasi kepolisian berjalan optimal serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *