Capaian Sektor ESDM 2025 Dipaparkan Menteri Bahlil, Lifting Migas Lampaui Target APBN

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan capaian kinerja sektor ESDM sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguatan ketahanan energi nasional dan pemerataan akses energi. Capaian tersebut disampaikan dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

Salah satu capaian strategis diraih pada sektor hulu minyak dan gas bumi. Realisasi lifting minyak nasional tercatat berhasil melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebuah pencapaian yang pertama kali terjadi dalam sembilan tahun terakhir. Keberhasilan ini dinilai menjadi modal penting dalam upaya mengejar target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030.

Di bidang pemerataan energi, Kementerian ESDM terus mempercepat Program Listrik Desa (Lisdes) serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Melalui kedua program tersebut, pemerintah telah memperluas akses listrik ke ratusan ribu rumah tangga dan ribuan desa yang sebelumnya belum teraliri listrik, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Sementara itu, kebijakan pengembangan energi terbarukan juga menunjukkan hasil positif. Implementasi mandatori biodiesel B40 sepanjang tahun 2025 terbukti mampu menekan impor solar, menghemat devisa negara, serta menurunkan emisi karbon. Selain aspek lingkungan, kebijakan ini turut memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Memasuki tahun 2026, pemerintah akan melakukan penataan sektor pertambangan batu bara melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Penyesuaian kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan produksi dan pasokan, menstabilkan harga di pasar, serta memperkuat aspek perlindungan lingkungan agar pengelolaan sumber daya alam berjalan secara berkelanjutan.

Menteri ESDM menegaskan, seluruh kebijakan dan capaian yang diraih merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan energi dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat, sekaligus menjadi fondasi pembangunan nasional jangka panjang.(NR/FRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *