Jelang El Clasico Persib vs Persija, Kapolda Imbau Suporter Jaga Kondusivitas

BERITA POLRI INVESTIGASI|Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakorpam) pertandingan Liga 1 Super League antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, yang dikenal sebagai El Clasico Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., dan dilaksanakan di Polrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026).

Rakorpam dilaksanakan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan pengamanan serta memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pertandingan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi serta menjadi perhatian nasional.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Karo Ops Polda Jabar, Kapolrestabes Bandung, Dandim 0618/BS, serta diikuti para Pejabat Utama Polda Jabar, unsur TNI, panitia pelaksana pertandingan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan para Kabag Ops Polres jajaran yang terlintasi rute pengamanan.

Dalam arahannya, Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa pola pengamanan telah dirancang secara komprehensif dengan mengedepankan langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum yang profesional dan proporsional.

“Rapat koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh rencana pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta dapat berjalan optimal. Ini merupakan pertandingan besar dengan animo tinggi, sehingga diperlukan kerja sama seluruh unsur terkait,” ujar Kapolda Jabar.

Kapolda Jabar juga mengimbau kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh agar menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh pihak mana pun. Ia menegaskan larangan keras melakukan sweeping kendaraan berpelat nomor tertentu maupun tindakan anarkis.

“Kami minta pendukung tidak terpancing provokasi dan tidak melakukan sweeping kendaraan. Tindakan anarkis hanya akan merugikan semua pihak, termasuk tim Persib yang saat ini bersaing di papan atas klasemen,” tegasnya.

Terkait akses penonton ke stadion, Kapolda Jabar mengingatkan agar Bobotoh tidak memaksakan diri hadir tanpa tiket resmi. Panitia pelaksana, kata dia, tidak akan memberikan toleransi bagi penonton yang tidak memiliki tiket, meskipun pertandingan telah mendekati akhir.

“Kami imbau Bobotoh untuk menaati aturan. Penonton tanpa tiket tidak akan diperkenankan masuk ke stadion. Aparat akan melakukan pengamanan secara humanis, namun tetap tegas,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda Jabar menegaskan larangan membawa minuman beralkohol, senjata tajam, serta benda-benda berbahaya seperti pisau, besi, batu, dan kembang api ke dalam area stadion. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut berpotensi menimbulkan sanksi dan merugikan klub.

“Larangan membawa barang berbahaya harus dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran, dampaknya tidak hanya hukum, tetapi juga sanksi terhadap klub, sebagaimana pengalaman sebelumnya,” ujarnya.

Kapolda Jabar juga kembali mengingatkan agar Bobotoh tidak melakukan razia kendaraan berpelat nomor B Jakarta maupun melakukan aksi kekerasan terhadap rombongan Persija atau pihak lain.

Sementara itu, kepada pendukung Persija Jakarta atau The Jak Mania, Kapolda Jabar menegaskan larangan untuk hadir langsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sesuai keputusan panitia pelaksana dan PSSI. Ia juga mengimbau agar tidak melakukan provokasi melalui media sosial atau menyebarkan ujaran kebencian.

“Kami tegaskan pendukung Persija untuk tidak hadir di GBLA dan tidak memicu konflik melalui media sosial. Mari kita jaga sepak bola Indonesia agar tetap aman, tertib, dan bermartabat,” pungkas Kapolda Jabar.(NR/FRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *