Dari Alat Berat hingga Air Bersih, Wakapolri Pastikan Negara Hadir untuk Warga

BERITA POLRI INVESTIGASI|Sumatra Utara – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan komitmen Polri dalam mengawal percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara dan Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana, Jumat (2/1/2025).

Dalam kunjungannya, Wakapolri menekankan pentingnya percepatan normalisasi fasilitas umum, khususnya tempat ibadah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Polri, kata Wakapolri, telah menerjunkan alat berat ke titik-titik krusial untuk membuka akses jalan yang terputus, mendistribusikan bantuan logistik, hingga membersihkan masjid dan tempat ibadah lainnya yang tertimbun lumpur agar dapat segera digunakan kembali oleh warga.

“Kami memastikan alat berat dimaksimalkan bukan hanya untuk membuka jalur transportasi, tetapi juga membantu warga membersihkan masjid-masjid yang terdampak. Aktivitas ibadah masyarakat harus dapat kembali berjalan secepat mungkin,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Menanggapi keluhan warga di wilayah terpencil, seperti Dusun Bidari di Aceh Utara dan sejumlah pelosok di Tapanuli Tengah, Wakapolri menginstruksikan seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk proaktif melakukan pemetaan kebutuhan air bersih di wilayah hukum masing-masing.

“Ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama. Saya perintahkan agar distribusi air bersih benar-benar menjangkau desa-desa terpencil sesuai laporan masyarakat, baik melalui pengiriman mobil tangki maupun pembangunan sumur bor di titik-titik strategis,” tegasnya.

Selain itu, Wakapolri juga memastikan keberadaan dapur umum, tenda trauma healing, serta penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana di sejumlah desa, di antaranya Desa Kebun Pisang dan Lubuk Alung. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan sosial dan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri yang terus bekerja tanpa mengenal waktu di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

“Evaluasi lapangan ini bukan sekadar administrasi, melainkan tanggung jawab moral. Kehadiran Polri adalah memastikan setiap kebijakan Presiden dan Kapolri benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Selama masih ada warga yang membutuhkan, Polri akan terus hadir, bekerja, dan berdiri bersama mereka,” pungkas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.(NR FRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *