BERITA POLRI INVESTIGASI|Bukit Rawi – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) memulai pembangunan dua rumah ibadah lintas agama di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama Gereja Huma Kahanjak dan Pura Citta Nirmala, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, serta dihadiri Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifai, Wakapolda Kalteng, para pejabat utama Polda, dan masyarakat di sekitar kawasan SPN.
Kapolda Kalteng menegaskan, pembangunan rumah ibadah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, namun juga sebagai bagian dari komitmen SPN Polda Kalteng dalam menanamkan nilai toleransi beragama sejak proses pembentukan anggota Polri.
“SPN memiliki peran strategis dalam membentuk anggota Polri yang tidak hanya unggul dari sisi pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter dan moralitas yang kuat sebagai abdi negara,” tegas Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
Menurut Kapolda, keberadaan sarana ibadah yang representatif, baik masjid, gereja maupun pura, menjadi kebutuhan penting dalam proses pendidikan dan pembentukan (diktuk) anggota Polri. Hal tersebut diyakini mampu memperkuat keimanan yang berdampak langsung pada sikap, perilaku, dan tanggung jawab personel.
“Kualitas keimanan akan menentukan cara berpikir, bersikap, dan bertindak, baik sebagai siswa pendidikan kepolisian maupun kelak sebagai anggota Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga menjelaskan bahwa pemenuhan fasilitas ibadah bagi siswa pendidikan pembentukan bintara (diktukba) maupun pendidikan reguler anggota Polri telah dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik dari berbagai latar belakang agama.
Lebih lanjut, pembangunan rumah ibadah lintas agama ini diharapkan menjadi bagian dari implementasi transformasi pendidikan Polri, menjadikan SPN Polda Kalteng sebagai Kampus Toleransi Kebangsaan yang merefleksikan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam keberagaman agama, suku, dan etnis di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Nilai toleransi harus ditanamkan sejak dini dalam dunia pendidikan Polri, agar setiap anggota mampu menjaga persatuan dan melayani masyarakat secara humanis,” pungkas Kapolda.




