Polri Siaga Penuh Nataru 2025/2026, Kakorlantas Hadiri Rakor Dipimpin Kapolri

BERITA POLRI INVESTIGASI|Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., di Gedung STIK–PTIK Polri, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Rakor tersebut dihadiri Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedy Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., serta diikuti Menko PMK, Menteri Perhubungan, perwakilan TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh jajaran Polda se-Indonesia secara daring.

Dalam paparannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat pada libur Nataru 2025/2026 diprediksi meningkat signifikan.

Berdasarkan hasil analisis, mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sekitar 7,9 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026,” jelas Wakapolri.

Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama TNI dan instansi terkait akan menggelar Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya.

Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polri menyiapkan 2.903 pos pengamanan, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Ribuan pos tersebut akan mengamankan 44.226 objek vital, meliputi gereja, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan.

Terkait kelancaran arus lalu lintas, Kakorlantas Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, di antaranya ganjil-genap, contraflow, dan one way. Skema tersebut akan disosialisasikan secara masif agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan aman dan lancar.

Selain itu, Polri juga mengaktifkan Hotline 110 sebagai layanan pengaduan dan bantuan bagi masyarakat selama periode Nataru. Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, mengingat meningkatnya curah hujan di akhir tahun.

“Kami menginstruksikan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi bencana alam di titik-titik rawan selama periode Nataru,” pungkas Wakapolri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *