BERITA POLRI INVESTIGASI|Sumatera Utara – Polri mempercepat distribusi logistik serta pencarian korban di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan dengan mengerahkan helikopter kargo, kendaraan operasional, paramedis, water jet, hingga Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Hal tersebut ditegaskan Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, saat meninjau kondisi lapangan.
Menurut Wakapolri, sejumlah wilayah masih terisolasi dan sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga distribusi bantuan diprioritaskan lewat udara.
“Besok helikopter kargo kapasitas 650 kg akan kita operasionalkan untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang belum tersentuh bantuan,” ujarnya.
Untuk wilayah Aceh Tengah, Polri juga mengandalkan helikopter kargo dalam pendistribusian bantuan.
“Insyaallah logistik tetap berjalan memanfaatkan helikopter kargo. Saat ini baru tersedia satu unit berkapasitas 600 kg, namun cukup membantu mempercepat dropping bantuan,” jelasnya.
Wakapolri menegaskan bahwa kondisi Aceh Tamiang masih sangat kritis.
“Untuk Aceh Tamiang kondisinya lumpuh total. Polres dan Polsek tidak bisa beroperasi, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah,” tuturnya.
Untuk mempercepat suplai logistik, Polri memusatkan seluruh pengiriman dari Bandara Kualanamu.
“Hari ini Kapolda mengirim lima truk, dan besok akan kembali mengirim bantuan ke Aceh Tamiang,” kata Wakapolri.
Selain logistik, Polri juga mengirim kendaraan operasional seperti mobil double cabin, kendaraan trel, water jet untuk kebutuhan air bersih, paramedis, serta genset guna mendukung pemulihan.
Wakapolri mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah masih mengalami blackout komunikasi.
“Listrik masih padam dan akses internet terbatas, sehingga komunikasi sementara menggunakan jaringan Starlink,” jelasnya.
Proses pencarian korban dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI–Polri, serta relawan.
“Untuk korban tentu akan terus dicari. Semua pihak saling membantu,” tegas Wakapolri.
Tim DVI juga bergerak cepat melakukan identifikasi.
“Kecepatan kita adalah kecepatan DVI. Semakin lama identifikasi, tentu akan sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di tengah segala keterbatasan.
“Dengan semua keterbatasan, kami bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tutupnya.




