BERITA POLRI INVESTIGASI I Bekasi, 6 Agustus 2025 – Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, Badan Pembinaan Ideologi (BPI) Kota Bekasi menggelar kegiatan bertajuk “Antisipasi dan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Premanisme”. Acara ini berlangsung di Gedung Restoran Wulansari, Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting, antara lain Ketua Kesbangpol Kota Bekasi, perwakilan Densus 88, Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Haris Bobihoe, M.Si, serta Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi, H. Dedy Hidayat, SE.
Dalam sambutannya, Ketua FKDM Kota Bekasi, H. Dedy Hidayat, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah munculnya paham-paham intoleran dan radikal yang mengancam keutuhan NKRI. Hal senada disampaikan oleh Ketua Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sujana, S.T., M.T., CGCAE, yang menekankan perlunya langkah strategis untuk menjaga ketertiban umum dan kenyamanan warga.
Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Haris Bobihoe, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
> “Hari ini luar biasa, kita bersama-sama berupaya – dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan – agar setiap potensi gangguan bisa terdeteksi dan diantisipasi sedini mungkin. Kita tidak ingin kecolongan. Insyaallah, camat dan seluruh jajaran siap mengamankan Kota Bekasi hingga peringatan 17 Agustus selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Abdul Haris Bobihoe berharap keberadaan forum seperti ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa masyarakat Kota Bekasi patut bersyukur karena daerah ini tergolong aman, sejahtera, dan nyaman.
Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menjaga kondusifitas wilayah serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
(Adang GOBER/AG)




